Jumat, 05 Oktober 2012

Suamiku Seorang Pujangga dan Romantis


Bagaimana tipe seorang suami yang romantis itu? Apa romantis itu identik dengan : Bunga, cokelat dan puisi?   Kalau memang itu menjadi salah satu patokannya, jadi benar, dong, kalau suamiku termasuk tipe yang romantis karena dia jago banget bikin puisi, begitu pun ketika meulis beberapa cerita alias cerpen ataupun novel, sebagian banyak kata-katanya cenderung puitis. Istilah yang dia bilang, sih, namanya puisi naratif (aku garuk-garuk kepala gak ngerti, hehehe ...).

Eits, tunggu dulu, memang benar suamiku jago banget tapi bikin puisi, tapi pernahkah dia membuat puisi romantis khusus untukku? Towew ... wew ...

Aku cuma bisa angkat bahu. kebanyakan puisi yang dibuat suamiku disebutnya sebagai puisi gelap bukan puisi romatis. Maksudnya? Entahlah, dia sendiri yang menamainya seperti itu, padahal gak semua puisi yang dia buat hasil dari rasa sedih dan galau.

Gak peduli suamiku mau jago bikin puisi dan jadi pujangga atau nggak, tapi tetap di mataku dia adalah suami yang romantis. Lho, kok?

Iya. Keromantisannya bukan karena puisi-puisinya yang memenuhi berbagai tempat di jaringan soaial, tapi karena sikapya padaku.

Suamiku romantis padaku dengan segenap kasih sayangnya. memang pernah sekali dua kali dia membuat puisi untukku (seperti Armand Maulana membuat lagu berjudul "11 Januari" untuk istri tercintanya, Dewi Gita), tapi tetap, menurutku kasih sayang, pelukan dan perhatiannya padakulah yang menjadikan dia begitu romantis di mataku dan itu yang membuatku jatuh cinta padanya saat ijab kabul itu telah terrucap.

Iya, benar. Suamiku bisa dibilang adalah seorang pujangga dan dia juga sangat romantis.
Dan aku mencintainya. Hehehe ...

I  Love You, Kakak Kiky ...
:)

2 komentar: