Sebagai seorang ibu, melihat anaknya tertidur dengan
nyenyak dan memandang wajahnya yang begitu polos dan suci adalah hal yang mampu
mentrentramkan hatinya juga.
Masalah buat ibu juga ketika melihat anaknya selalu
gelisah dalam tidur. Begitu pun dengan saya, ada rasa kasihan ketika melihat
anak tidur sambil sesekali garuk-garuk kaki atau tangannya dalam keadaan mata
tertutup. Rasa jengkel pun tak kalah selalu datang ketika saat tidur bareng dan
ketika saya hendak terlelap lalu tiba-tiba anak saya meminta saya untuk
menggaruk bagian tangan atau bagian tubuhnya yang terasa gatal. Kalau tidak
dituruti, tentu anak malah jadi rewel dan makin terbangun tidurnya, otomatis mengganggu tidur saya juga.
dituruti, tentu anak malah jadi rewel dan makin terbangun tidurnya, otomatis mengganggu tidur saya juga.
Setelah diraba, memang ada bentol dibagian tubuhnya
yang saya yakini itu adalah karena gigitan nyamuk. Kalau hanya diusap, anak
saya masih rewel karena dia ingin saya menggaruk bagian yang gatal itu. Kalau
digaruk terus saya takut lama-lama jadi lecet.
Tidak hanya di malam hari, di siang hari pun
kejadiannya sama ketika tidur siang. Karena rumah tempat tinggal saya
berada di daerah yang masih banyak kebunnya, bukan hanya nyamuk kebun yang
bertandang ke rumah untuk ‘meminta makan’ tapi juga nyamuk yang bertubuh belang
yang bisa menyebabkan demam berdarah yaitu nyamuk Aedes Aegypti yang berkelana di siang hari. Tidak ingin mengalami akibat yang dibawa jika tergigit nyamuk Aedes Aegypti itu, saya berusaha mencari solusinya untuk menangkal si nyamuk nakal itu.
Kawat nyamuk yang dipasang di ventilasi tidak mampu
menghalau masuknya para nyamuk itu. Begitu pun dengan raket nyamuk yang
biasanya dipakai untuk berperang melawan gangguan para nyamuk, hanya membuang
tenaga kita untuk mengejar-ngejar nyamuk itu.
Sebenarnya bisa saja saya dan suami berlindung dari
nyamuk dengan cara memakai selimut ketika tidur. Tapi bagaimana dengan anak
saya yang tidak pernah suka memakai selimut, terutama saat tidur siang yang akan membuatnya gerah dan tambah tidak nyenyak?
Ada keraguan jika harus memasang obat nyamuk. Saya
dan suami paling tidak kuat jika harus menghirup asap dari obat nyamuk. Apalagi kalau lupa untuk membereskannya setelah si kecil yang super aktif itu bangun. Tentu bisa membahayakan si kecil. Pernah memakai
obat nyamuk elektrik yang memakai kayak kertas putih kecil diselipkan tapi bau
yang dihasilkan dari obat nyamuk itu tidak disukai oleh saya dan suami.
Akhirnya suatu ketika suami mencoba Baygon Liquid
Elektrik. Alhamdulillah, obat nyamuk ini cocok untuk saya dan suami serta anak
saya karena Baygon Liquid Elektrik memberikan perlindungan anti nyamuk yang tepat untuk kamar
anak, tanpa asap, tanpa repot, tanpa nyamuk. Cukup dipasang di colokan yang tertempel di dinding tanpa harus was-was disentuh dan dimainkan si kecil.

Kelebihan lain dari Baygon Liquid Elektrik:
- Sangat efektif mengusir nyamuk terus menerus.
- Stabil dengan bahan wick yang berkualitas tinggi mengatur pengeluaran bahan aktif pengusir nyamuk secara konstan.
- Nyaman. Tak perlu mengganti isi ulang setiap hari. Sesuai untuk ruangan berukuran 30 m kubik. Untuk kamar tidur, ruang santai sesuai petunjuk keamanan.
Sejak memakai Baygon Liquid Elektrik, anak saya
selalu lelap dalam tidurnya tanpa membuat saya kembali repot sampai harus ikut
terjaga hanya untuk menggaruk-garuk bagian tubuhnya yang digigit nyamuk.Si
kecil nyenyak, saya pun ikut nyenyak.
Dan sejak memakai Baygon Liquid Elektrik pula, saya
mampu melihat kembali ketenangan dalam wajah tidur anak saya. Senangnya… :)
Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain untuk menjaga nyenyaknya tidur
si kecil dari gangguan gigitan nyamuk?
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #TUMBaygonBlogCompetition

Tidak ada komentar:
Posting Komentar