Sabtu, 20 Juni 2015

Senangnya Ketika Si Kecil Tertidur Lelap

Sebagai seorang ibu, melihat anaknya tertidur dengan nyenyak dan memandang wajahnya yang begitu polos dan suci adalah hal yang mampu mentrentramkan hatinya juga.


Masalah buat ibu juga ketika melihat anaknya selalu gelisah dalam tidur. Begitu pun dengan saya, ada rasa kasihan ketika melihat anak tidur sambil sesekali garuk-garuk kaki atau tangannya dalam keadaan mata tertutup. Rasa jengkel pun tak kalah selalu datang ketika saat tidur bareng dan ketika saya hendak terlelap lalu tiba-tiba anak saya meminta saya untuk menggaruk bagian tangan atau bagian tubuhnya yang terasa gatal. Kalau tidak
dituruti, tentu anak malah jadi rewel dan makin terbangun tidurnya, otomatis mengganggu tidur saya juga.

Setelah diraba, memang ada bentol dibagian tubuhnya yang saya yakini itu adalah karena gigitan nyamuk. Kalau hanya diusap, anak saya masih rewel karena dia ingin saya menggaruk bagian yang gatal itu. Kalau digaruk terus saya takut lama-lama jadi lecet.

Tidak hanya di malam hari, di siang hari pun kejadiannya sama ketika tidur siang. Karena rumah tempat tinggal saya berada di daerah yang masih banyak kebunnya, bukan hanya nyamuk kebun yang bertandang ke rumah untuk ‘meminta makan’ tapi juga nyamuk yang bertubuh belang yang bisa menyebabkan demam berdarah yaitu nyamuk Aedes Aegypti yang berkelana di siang hari. Tidak ingin mengalami akibat yang dibawa jika tergigit nyamuk Aedes Aegypti itu, saya berusaha mencari solusinya untuk menangkal si nyamuk nakal itu.

Kawat nyamuk yang dipasang di ventilasi tidak mampu menghalau masuknya para nyamuk itu. Begitu pun dengan raket nyamuk yang biasanya dipakai untuk berperang melawan gangguan para nyamuk, hanya membuang tenaga kita untuk mengejar-ngejar nyamuk itu.

Sebenarnya bisa saja saya dan suami berlindung dari nyamuk dengan cara memakai selimut ketika tidur. Tapi bagaimana dengan anak saya yang tidak pernah suka memakai selimut, terutama saat tidur siang yang akan membuatnya gerah dan tambah tidak nyenyak?

Ada keraguan jika harus memasang obat nyamuk. Saya dan suami paling tidak kuat jika harus menghirup asap dari obat nyamuk. Apalagi kalau lupa untuk membereskannya setelah si kecil yang super aktif itu bangun. Tentu bisa membahayakan si kecil. Pernah memakai obat nyamuk elektrik yang memakai kayak kertas putih kecil diselipkan tapi bau yang dihasilkan dari obat nyamuk itu tidak disukai oleh saya dan suami.

Akhirnya suatu ketika suami mencoba Baygon Liquid Elektrik. Alhamdulillah, obat nyamuk ini cocok untuk saya dan suami serta anak saya karena Baygon Liquid Elektrik memberikan perlindungan anti nyamuk yang tepat untuk kamar anak, tanpa asap, tanpa repot, tanpa nyamuk. Cukup dipasang di colokan yang tertempel di dinding tanpa harus was-was disentuh dan dimainkan si kecil.



Kelebihan lain dari Baygon Liquid Elektrik:
  • Sangat efektif mengusir nyamuk terus menerus.
  • Stabil dengan bahan wick yang berkualitas tinggi mengatur pengeluaran bahan aktif pengusir nyamuk secara konstan.
  • Nyaman. Tak perlu mengganti isi ulang setiap hari. Sesuai untuk ruangan berukuran 30 m kubik. Untuk kamar tidur, ruang santai sesuai petunjuk keamanan.


Sejak memakai Baygon Liquid Elektrik, anak saya selalu lelap dalam tidurnya tanpa membuat saya kembali repot sampai harus ikut terjaga hanya untuk menggaruk-garuk bagian tubuhnya yang digigit nyamuk.Si kecil nyenyak, saya pun ikut nyenyak.

Dan sejak memakai Baygon Liquid Elektrik pula, saya mampu melihat kembali ketenangan dalam wajah tidur anak saya. Senangnya… :)


Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain untuk menjaga nyenyaknya tidur si kecil dari gangguan gigitan nyamuk?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #TUMBaygonBlogCompetition


Tidak ada komentar:

Posting Komentar