Rabu, 10 Juli 2013

Sakit Payudara Saat Menyusui (Peradangan Payudara/Mastitis)

Ada suatu kejadian yang aku alami saat menyusui bayi. Menyakitkan memang. Kejadian itu aku alami saat 'Na berumur 2-3 bulanan. Awalnya gak ketahuan apa-apa, karena kurangnya pengetahuan tentang peradangan payudara, aku cuek aja, lama kelamaan rasanya kok gatal banget di sekitar pinggir payudara, trus payudara keliatan makin merah dan nyeri banget.
kata orang rumah, itu karena 'seseraheun', bahasa sunda yang artinya ada gabah di nasi yang kemakan lalu menghambat saluran susu. Aku pijat terus payudara tapi dua hari kemudian malah demam, panas dingin, gak karuan rasanya. Manyusui tetap jalan di payudara yang sakit itu, tapi sebelum mulut bayi menempel di payudara, aku harus menarik napas dulu untuk siap menahan sakit.
Karena penasaran, sudah hampir tiga hari tak kunjung sembuh, aku memutuskan untuk memeriksakan ke dokter yang pro ASI. Dokter bilang, aku terkena mastitis dan itu biasa terjadi pada ibu yang menyusui kalau bayi menyusui dengan posisi tidak benar. Lha, wong gak ada yang ngajarin aku bagaimana cara menyusui yang benar, hanya saja orang rumah bilang, itu hidung bayi jangan sampai tertutup. Sudah itu saja.
Oleh dokter aku diberi obat antibiotok, obat penahan nyeri, obat pereda bengkak dan juga obat maag karena obat itu bisa menyebabkan maag. Juga disarankan untuk mengompres payudara dengan air hangat (ini berlaku walaupun tidak terjadi peradangan).
Besoknya aku balik lagi ke dokter karena ada yang aneh dengan payudaraku, terdapat benjolan lembek dekat puting. Dokter tidak bilang kalau aku terkena abses, hanya saja aku disuruh mengompres bagian benjolan itu dengan betadine dan alkohol. Panaaass ... memang kalau yang nggak kuat, tapi itu gunanya agar kuman tidak menyebar ke bagian lain.
Setelah obat habis, aku kontrol lagi ke dokter, karena benjolan itu makin terlihat kayak nanah dan matang. Dokter mengiyakan kalau aku terkena abses setelah mengalami demam. baca di internet, kalau terkena abses harus dibersihkan denga cara disayat. Gusti ya ampun ... aku takut banget. Tapi berharap kalau abses itu kempes sendiri dengan cara pengompresan dan obat yang diberikan dokter.
Seharusnya sih disayat tapi keajaiban terjadi saat aku menyusui 'Na. Tangan 'Na gak mau diam lalu tiba-tiba dia nonjok bagian payudaraku ynag terkena abses hingga menyebab nanah keluar setetes melalui dua bolong kecil. Malam itu juga jam sembilan malam aku langsung ke dokter.
Oleh dokter nanah di keluarkan melalui lubang itu. Dan ... ya Allah ... banyak banget ternyata (Maaf, kayak selai alpukat), smabil menahan sakit karena tanpa biusan, nanah itu terus dikeluarkan sampai keluar darah. Langsung plong rasanya. Sampai dirumah aku sempat mengeluarkan sedikit nanah lagi yang tertinggal. Lalu meneruskan dikompres dengan betadine dan alkohol.
Lama kelamaan bagian payudara yang merah itu kulitnya kayak kertas dan terkelupas sampai kulit kembali normal. Alhamdulillah setelah menghabiskan 40 tablet antibiotik (4 kali ke dokter) aku dinyatakan sembuh.
Aku sempat was-was juga pertama kali mendengar kata abses. kemungkinan jika sampai disayat di rumah sakit bisa menghabiskan dana hampir dua juta lebih. Tapi alhamdulillah lagi, selama aku bolak-alik ke dokter sampai sembuh menghabiskan dana tidak lebih dari dua ratus ribu.
Alhamdulillah, sampai sekarang 'Na udah berumur tujuh bulan, menyusui tetap lancar.
***
Kata mastitis berasal dari bahasa latin yang berarti peradangan pada payudara. Bagian payudara yang meradang akan menjadi merah, bengkak, terasa nyeri dan panas. Mastitis sering dijumpai pada ibu yang baru melahirkan. Biasanya terjadi pada minggu pertama sampai minggu ketiga
Pemicu umum adalah bakteri yang bernama Staphylococcus aureus yang banyak terdapat pada kulit manusia. Ketika bagian payudara kurang terjaga kebersihannya atau terjadi penyumbatan, maka bakteri akan berkembang biak dengan sangat mudah. Bakteri dalam jumlah banyak ini akan menyerang bagian kulit payudara, bagian lapisan kulit, kelenjar bawah kulit dan menyebabkan peradangan.
Peradangan atau mastitis ini harus segera ditangani karena jika dibiarkan dapat menyebabkan abses payudara, dimana terdapat nanah yang menggumpal pada payudara. Keadaan ini lebih menyakitkan bagi ibu. Payudara terlihat lebih merah dan membengkak, bahkan ASI yang dikeluarkan mengandung nanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar